Tampilkan postingan dengan label Statistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Statistik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Mei 2014

Cara Mengurutkan Data dengan Rumus di Excel

Pengurutan atau sorting adalah fitur dasar yang sangat penting di Excel. Tahukah Anda bahwa selain menggunakan fasilitas dari menu sorting, Anda dapat menggunakan rumus untuk mengurutkan data sederhana?

Caranya adalah dengan menggunakan kombinasi dari fungsi-fungsi berikut:
  • LARGE atau SMALL untuk mengambil data terbesar atau terkecil dari suatu range data. Untuk posting kita kali ini akan menggunakan fungsi SMALL.
  • Kedua fungsi di atas akan dibantu dengan fungsi ROW atau COLUMN untuk mengambil urutan yang diinginkan. Pada contoh kali ini kita akan menggunakan fungsi ROW.
Mari ikuti langkah-langkah berikut untuk contoh pengurutan menaik (ascending) dengan fungsi SMALL.
  1. Isi data seperti gambar berikut ini pada worksheet Anda atau download dari website kami. Data pada range B4:B13 akan diurutkan dan dimasukkan pada range E4:E13.

  2. Pada cell E4 coba masukkan rumus berikut.

    =SMALL($B$4:$B$13, 1)

    Rumus ini akan mengambil nilai terkecil pertama dari range B4:B13, yaitu nilai 67.
  3. Sekarang coba rumah rumus di atas menjadi:

    =SMALL($B$4:$B$13, 2)

    Rumus ini akan mengambil nilai terkecil ke-2 dari range B4:B13, yaitu nilai 96.
  4. Dengan percobaan pada langkah 2 dan 3 di atas terlihat bahwa dengan mengubah nilai parameter pada fungsi SMALL kita bisa mendapatkan nilai terkecil ke-1, ke-2 , ke-3, dstnya. Nilai-nilai ini kita tidak usah masukkan secara manual, tapi bisa kita gantikan dengan fungsi ROW.

    Sekarang pada cell E4, masukkan rumus berikut.

    =SMALL($B$4:$B$13, ROW()-3)

    Hasil dari rumus ini akan menghasilkan nilai terkecil pertama dari B4:B13 yaitu 67. Ini dikarenakan ROW() pada cell E4 akan mengembalikan nilai 4, dan supaya menjadi 1 maka hasil tadi kita kurangi dengan angka 3.
  5. Copy rumus di atas ke cell E5 s/d E13, Anda akan mendapatkan hasil data terurut seperti tampilan berikut.

  6. Selesai.
Untuk mendapatkan variasi contoh lainnya dengan penggunaan rumus LARGE, silahkan bergabung dengan user group Facebook kami dan kunjungi halaman Files pada user group tersebut. Semoga bermanfaat!
 
sumber : http://www.belajarexcel.info ---> tim excellent 
sabtu, 3 mei 2014 at 7:13 PM

3 Cara Menghiotung Pangkat di Excel

UJI KUESIONER

Sebuah penelitian yang bersifat kualitatif misalnya survey, selalu menggunakan instrumen berupa angket atau kuesioner. Kuesiner yang digunakan tidaklah sembarangan, harus baik dan relevan. Oleh karena itu, kuesioner yang baik dan relevan harus memenuhi dua buah persyaratan, yaitu :

1.      Valid
         Diuji dengan menggunakan uji validitas
2.      Reliabel
         Diuji dengan menggunakan uji reliabilitas



1.      Uji Validitas

Sebuah kuesioner yang digunakan dalam penelitian harus valid. Arti valid disini yaitu mampu menunjukkan samapi sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur (mampu menjadi alat ukur objek penelitian). Misalnya, meteran yang digunakan sebagai alat untuk mengukur panjang. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat.

Pada uji validitas ini, digunakan korelasi Product Moment Pearson (metode interkorelasi). Cara pengukurannya yaitu dengan cara menghitung korelasi antara skor masing-masing item pertanyaan pada kuesioner dengan skor total kuesioner. Jika nilai koefisien korelasi positif dan lebih besar dari 0,3, maka item pertanyaan tersebut dianggap valid. 

2.      Uji Reliabilitas

Selain sebuah kuesioner harus valid, kueioner juga harus reriabel. Arti dari reliabel di sini adalah ajeg atau mempunyai presisi yang tinggi. Yaitu dimana suatu alat ukur mampu menunjukkan sampai sejauh mana alat ukur tersebut dapat dipercaya atau diandalkan. Misalnya, meteran akan valid jika digunakan untuk mengukur panjang, tetapi tidak reliabel jika meteran tersebut terbuat dari karet karena karet sifatnya elastis sehingga panjangnya bisa berubah-ubah. Salah satu ukuran reliabilitas yang paling sering digunakan adalah koefisien Alpha Cronbach. Cara pengukurannya adalah seluruh item pertanyaan yang telah valid dimasukkan dan diukur koefisien Alpha Cronbachnya. Jika nilai yang diperoleh lebih besar dari 0,6, maka kuesioner tersebut telah reliabel.

sumber : http://www.belajarexcel.info
sabtu, 3 mei 2014 at 6:46 PM


Kamis, 01 Mei 2014

Cara Perhitungan Kuisioner dengan Statistik


Pertanyaan-pertanyaan tersebut diberikan kepada sekelompok responden sebagai sarana uji coba. Kemudian pertanyaan-pertanyaan (kuesioner) tersebut diberi skor atau nilai jawaban n masing sesuai dengan sistem penilaian yang telah ditetapkan, misalnya:
2 untuk jawaban yang paling benar.
1 untuk jawaban yang mendekati benar
0 untuk jawaban yang salah.
Sebagai gambaran, misalnya distribusi skor untuk masing-masing pertanyaan dari 10 responden, sebagai berikut :
Distribusi Skor Tiap-Tiap Pertanyaan


























Selanjutnya kita menghitung korelasi antara skor masing-masing pertanyaan dengan skor total, sehingga ada 10 pertanyaan di dalam kuesioner kita. Dengan demikian maka akan ada 10 uji korelasi, yaitu pertanyaan nomor 1 dengan total, pertanyaan 2 dengan total, pertanya­an 3 dengan total, dan seterusnya.
Teknik korelasi yang dipakai adalah teknik korelasi “product moment” yang rumusnya sebagai berikut:

Lebih lanjut perhitungan ini dapat dilihat pada contoh di bawah ini Di bawah ini hanya akan diberikan contoh korelasi antara pertanyaan nomor 1 dengan skor total.
Kolerasi Pertanyaan 1 Dengan Skor Total
Responden
X
Y
X2
Y2
XY
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
2
2
2
2
1
2
1
2
2
2
14
15
13
16
13
12
13
16
12
14
4
4
4
4
1
4
1
4
4
4
196
225
169
256
169
144
169
256
144
196
28
30
26
32
13
24
13
32
24
28
N = 10
18
138
36
1924
250
Keterangan :
X = Pertanyaan nomor 1
Y = Skor total
XY = Skor pertanyaan nomor 1 dikali skor total
Selanjutnya memasukan angka-angka tersebut ke dalam rumus di atas, sebagai berikut :
Setelah dihitung semua korelasi antara masing-masing pertanyaan skor total, misalnya diperoleh hasil sebagai berikut:
1 : = 0,190
2 : = 0,720
3 : = 0,640
4 : = 0,710
5 : = 0,550
6 : = 0,810
7 : = 0,690
8 : = 0,720
9 : = 0,660
10 : = 0,150
Untuk mengetahui apakah nilai korelasi tiap-tiap pertanyaan itu significant, maka perlu dilihat pada tabel nilai product moment, yang biasanya ada di dalam buku-buku statistik.
Untuk jumlah responden 10, berdasarkan tabel, taraf significancy yang diperlukan ialah 0,632. Oleh sebab itu, nilai korelasi dari perta­nyaan-pertanyaan dalam kuesioner tersebut yang memenuhi taraf significancy (di atas 0,632) adalah pertaayaan: 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9. Sedangkan nomor 1, 5, dan 10 tidak bermakna. Selanjutnya untuk memperoleh alat ukur yang valid, maka pertanyaan nomor 1, 5, dan 10 tersebut hams diganti atau direvisi, atau di “drop” (dihilangkan).