Jumat, 14 Maret 2014

Abu dari Kelud

pagi menjelang tiada tawa yang terlihat
muka yang berseri berubah seketika
apa gerangan yang terjadi?
subuh itu menceritakan sebuah kisah yang tak terlupa
hujan abu...
sebutan yang dapat menggambarkan keadaan

gemuruh suara lalu lalang kendaraan tak lagi terdengar
pagi itu tak seperti biasanya
dikala sang mentari tak juga tampak
serasa hidup dikota mati, 
mati akan segalanya

ini cobaan,bencana ataukah azab
kota pelajar ini terasa gersang tak ada kehidupan
para pencari ilmu berbondong membawa masker
mereka berjejeran dipinggir jalan

ratapan dan tangisan mungkin dirasakan dalam hati mereka
merasa pilu dan sembilu di tepis akan abu dan debu
anginpun serasa enggan bersahabat 
butiran debu yang berputar-putar dihiruk pikuk jalanan dan perumahan
daun dan dahan pohon terasa layu,
berat mungkin yang dirasakan
patah dan terkulai jatuh di tanah

Para relawan terus bergerilya membagi masker
seragam hijau loreng juga tak kalah andil

pasukan bertopi coklat tak ketinggalan juga
mereka berbaris rapi menggunakan jaket
miris sekali melihat keadaan,

hujan yang kami rindukan belum juga turun
duh...entah sampai kapan keadaan ini?
keadaan yang tak pernah terduga sebelumnya

Ya Allah...
engkaulah yang maha tahu akan segalanya,
engkaulah pengatur hidup kami
kami tahu semua yang terjadi didunia ini atas kehendak dan kuasa-Mu
dan kami sadar kami makhluk yang lemah dan tak berdaya dihadapan-Mu
Ampunilah kami Ya Allah 
 

Tidak ada komentar: